Guci, Wisata Alam di Kaki Gunung Slamet

Posted: February 16, 2009 in Kaki Langit
CIMG1552

Gunung Slamet dari Guci

Hari libur tentu Anda manfaatkan untuk rekreasi bersama keluarga. Namun, jika sudah bosan dengan tempat rekreasi di daerah Anda, Guci bisa jadi alternatif pilihan untuk Anda kunjungi.



Guci adalah nama sebuah desa dengan potensi wilayah di sektor pertanian dan pariwisata. Kawasan wisata Guci berada di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah yang berada 1050 m diatas permukaan laut dan tepat berada di kaki Gunung Slamet. Akses menuju kawasan dengan suhu 200C ini sudah dapat Anda jangkau dengan kendaraan pribadi. Namun, Anda harus berhati-hati dalam mengemudi karena jalan menuju Guci berkelok-kelok disertai tanjakan yang terjal. Untuk menuju sana akan memakan waktu sekitar satu jam dari Yomanik. Namun, jika anda datang tepat hari raya atau hari libur panjang, jangan berharap waktu tempuh Anda sekitar dua jam, karena jalan menjadi macet akibat antrian kendaraan yang sangat panjang.

Selama perjalanan menuju Guci, Anda akan disuguhi panorama alam nan indah dan udara segar. Bentangan warna hijau dari hutan pinus dan sayuran segar yang menghiasi bukit-bukit, mungkin bisa menghilangkan penat Anda. Sebelum memasuki kawasan Guci, Anda akan dipungut karcis masuk Rp. 3.100,00 per orang. Banyak hal yang bisa ditemui jika sudah berada di Guci, jadi Anda tak perlu risau selama di sana.

edit4

berkuda di hutan pinus

Apabila Anda ingin bermalam di Guci, fasilitas penginapan seperti vila sudah tersedia. Untuk vila dengan fasilitas dua kamar dengan kamar mandi yang dilengkapi air panas, Anda hanya merogoh kocek Rp. 250 ribu per malam. Jangan lupa membawa baju hangat atau sweater tebal jika ingin bermalam di Guci, karena suhu di malam hari bisa mencapai 180C.

Rasa lelah Anda rasakan setelah menempuh perjalanan? Untuk menghilangkannya sembari memanjakan diri, Anda dapat berendam di pemandian air panas. Air panas tersebut tentunya bukan fasilitas dari vila, namun air panas alami yang muncul dari perut bumi. Lokasi pemandian air panas berada di alam bebas, jadi Anda bisa berendam sambil menikmati keindahan alam disekitarnya. Konon cerita, air panas di pemandian bisa menghilangkan beberapa penyakit seperti penyakit kulit, gatal, dan reumatik. Pemandian air panas dibagi menjadi dua tempat yaitu pancuran 13 dan pancuran 7. Pancuran 13 paling ramai dikunjungi karena gratis tanpa tiket masuk, sedangkan pancuran 7 dikenakan karcis masuk Rp. 5 ribu. Namun, jika ingin lebih eksklusif, Anda bisa berendam air panas di ruangan tersendiri dengan biaya Rp.12 ribu.

DSCN0993

Air Terjun Sigeong

Pemandangan indah yang Guci tawarkan tentu tak ingin dilewatkan. Anda bisa mengelilingi kawasan ini dengan menggunakan kuda dengan harga sewa Rp.10 ribu per 10 menit. Dengan berkuda Anda bisa menuju hijaunya hutan pinus yang begitu segar. Selain itu, Anda bisa menuju air terjun Sigeong. Di tempat ini terdapat fenomena alam yang sangat mengagumkan, yaitu terjadi pertemuan antara air dingin dengan air panas. Air dingin yang terjun dari ketinggian sekitar 10 meter bertemu dengan air panas yang mengalir dari goa. Perpaduan kedua air tersebut menyebabkan air yang mengalir di Sungai Sigeong menjadi hangat.

Jika Anda mempunyai jiwa petualang, bisa Anda tuangkan dengan mendaki Gunung Slamet. Kelompok pecinta alam bernama GALAS (Gabungan Anak Alas) dan Edelweis bisa membantu Anda mencapai puncak Gunung Slamet. Anda cukup mengeluarkan biaya Rp. 150 ribu hingga Rp. 250 ribu untuk memakai jasa mereka. Di atas puncak Anda bisa menikmati sunrise dan pemandangan indah serta melihat wujud dari bunga abadi, Bunga Edelweis.

Kuliner Pilihan.

Keliling di daerah dingin tentunya membuat perut Anda terasa lapar. Tak jauh dari kawasan wisata Guci, tepatnya di Desa Tuwel, Anda bisa menikmati sajian lezat dari rumah makan Balibul. Balibul menawarkan makanan serba daging kambing yaitu sate, sop, gulai, dan tongseng. Tempat ini banyak digemari wisatawan karena daging kambing yang disajikan tidak kenyal dan bau kambing yang tidak menyengat. ”Saya sebenarnya tidak suka sate dari daging kambing, ya karena baunya itu lho, tapi sate di sini berbeda, bau kambingnya tidak begitu menyengat, jadi saya bisa menikmatinya”, ujar salah satu pengunjung. Nama Balibul sendiri merupakan akronim dari ”bawah lima bulan”, artinya daging kambing yang disajikan diambil dari kambing berumur dibawah lima bulan.

1

pemandangan di Guci

Perut kenyang setelah menikmati hidangan, tak lengkap jika Anda belum meneguk secangkir teh poci hangat. Penyajian teh di Balibul berbeda dengan rumah makan lainnya. Teh diseduh dengan air hangat dan ditempatkan ke dalam poci yang terbuat dari tanah liat. Gula yang diberikan pun berbeda, jika di tempat lain menggunakan gula pasir, di Balibul sendiri menggunakan gula batu. Ada cara tersendiri untuk menikmati teh poci yaitu jangan sekali teguk namun harus sedkit demi sedikit. Kesegaran dan hangatnya air teh dipadu manisnya gula batu akan membuat teh terasa nikmat sekali.

Buah Tangan.

Setelah merasa puas menikmati Guci, tak pantas jika tidak membawa oleh-oleh untuk kerabat. Sayuran segar seperti sawi, wortel, daun bawang, dan kubis bisa dijadikan pilihan. Harga sayuran di sana sangat murah, sebagai contoh, harga satu ikat wortel (5 – 7 buah) hanya seribu rupiah. Apabila Anda ingin membeli bumbu dapur, bawang putih dan bawang merah pun bisa diperoleh. Menurut masyarakat sekitar, bawang putih asal Guci lebih pedas dibandingkan dengan bawah putih dari daerah lain.

CIMG2603

sunrise dari atas Gunung Slamet

Selain sayuran segar juga terdapat berbagai macam buah-buahan seperti strawberry dan nenas. Karena kawasan wisata Guci sedang dikembangkan konsep agrowisata, Anda bisa memetik strawberry sendiri sesuai dengan pilihan. Namun konsep agrowisata di sana masih sangat sederhana. Strawberry bisa peroleh dengan harga Rp. 30 ribu hingga Rp. 35 ribu per kilo. Selain strawberry dan nanas, ada buah menarik di Guci, yaitu terdapat buah Pepino. Pepino di Guci bisa dibilang baru. Harga per kilo buah ini Rp. 15 ribu. Pepino mempunyai rasa seperti buah melon dengan ukuran buahnya seperti buah sawo. Warna Pepino hijau dan ungu seperti terong. Untuk mendapatkan buah ini masih sangat sulit, hal ini disebabkan jumlah produksi Pepino untuk daerah Guci masih rendah. Hanya beberapa petani saja yang mengembangkan buah ini. ”Pepino masih sedikit jumlah produksinya sebab orang sini belum tahu pasti cara budidaya buah ini. Selain itu, tanamannya masih sering kena penyakit dan Saya sendiri belum tau cara mengatasinya”, ungkap Tulus, salah satu pembudidaya buah Pepino.

Masih banyak tempat wisata di berbagai daerah di Indonesia selain Guci, dan tentunya menawarkan sajian alam yang berbeda pula. Rekreasi di daerah lain bisa dijadikan alternatif pilihan sehingga bisa memberikan suasana baru bagi Anda.

Diterbitkan di Majalah Agro Observer edisi 22

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s