Klangenan Jutaan Rupiah

Posted: February 16, 2009 in Ada Barang Bagus
DSCN5776

Kambing PE Grade A

Satu lagi sektor peternakan mempunyai hewan primadona. Hewan itu adalah Kambing Peranakan Ettawa (PE) Ras Kaligesing. Kambing ini merupakan hasil persilangan antara Kambing Ettawa dari India dengan kambing lokal dari daerah Kaligesing.


Kambing PE Ras Kaligesing sekarang ini sedang digandrungi dan dicari banyak orang karena keindahan dan harga jualnya. Tak hayal, kambing ini menjadi komoditas unggulan bagi daerah asalnya. Kaligesing merupakan kecamatan untuk budidaya kambing tersebut karena merupakan daerah perbukitan yang sejuk dan bertemperatur rata-rata 26 oC dengan kelembaban berkisar 60-70% disertai curah hujan relatif sedang. Kecamatan ini masuk ke dalam wilayah Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah dan letak Kabupaten Purworejo sendiri berbatasan langsung dengan Daerah Istimewa Yogyakarta. Berdasarkan Data Dinas Peternakan Kabupaten Purworejo, populasi kambing PE di Purworejo pada tahun 2006 mencapai 60.808 ekor.

Sistem penjualan Kambing PE Ras Kaligesing dibedakan berdasarkan grade atau kelas. Di Purworejo, kambing dibedakan menjadi empat kelas yaitu A, B, C, dan D. Untuk kelas A menandakan bahwa kambing tersebut mempunyai kualitas super dibandingkan kelas B dan C, sedangkan untuk kambing yang masuk kelas D umumnya kambing berumur lebih dari satu tahun dan sudah afkir serta siap untuk dipotong. Kelas A mempunyai ciri-ciri kepala melengkung atau cembung dan tidak berjambul, bibir bawah lebih kedepan, telinga menempel muka dengan lipatan kedepan sekitar 30 cm, bergelambir, tanduk ke belakang melingkari telinga, warna bulu hitam penuh dari kepala sampai leher, panjang gumba sekitar 70 cm, gembol atau rewok panjang dan tebal, lingkar dada lebar dan melengkung, ambing untuk betina dan testis untuk jantan mempunyai panjang yang sama (simetris), ekor besar seperti mawar dan lurus menyerupai tupai, tubuh besar dan sehat serta mempunyai kaki yang besar. Kelas kambing dapat mempengaruhi harga jual kambing tersebut. Berdasarkan harga jual di tingkat pedagang, menunjukkan kambing dengan kelas A mempunyai harga jual lebih tinggi dibandingkan dengan ketiga kelas lainnya.

Harga Umum Kambing PE di Kabupaten Purworejo Berdasarkan Grade

No.

Grade

Harga

1.

A

> Rp. 10.000.000,000

2.

B

Rp. 5.000.000 – Rp. 10.000.000,00

3.

C

Rp. 2.000.000,00 – Rp. 5.000.000,00

4.

D

< Rp. 2.000.000,00

Sumber : Pedagang Kambing PE di Purworejo

Capai Ratusan Juta Rupiah.

Perlu Anda ketahui bahwa kambing PE Ras Kaligesing jarang digunakan untuk konsumsi, disamping mempunyai harga yang mahal, ternyata kambing ini mempunyai daging yang lebih sedikit dibandingkan dengan Kambing Ras Jawa. Umumnya kambing ini digunakan sebagai kambing klangenan atau disebut sebagai kambing kegemaran. Karena memiliki keindahan pada fisiknya, kambing ini pun bisa disebut kambing hias. Terdapat perbedaan dengan kambing pada umumnya, perbedaan terletak pada kepala kambing yang berbentuk cembung dan terdapat bulu tebal di kaki belakang yang tidak dimiliki kambing lain. Masyarakat sering menyebutnya rewok/gembol. Karena kekhasan itulah maka kambing ini sering dilombakan.

Harga kambing akan melambung di atas harga umum jika kambing pernah menjadi jawara kontes. Kambing bisa dibandrol hingga ratusan juta rupiah. Biaya untuk kawin pun akan menjadi mahal. Jika peternak mengawinkan kambingnya dengan kambing yang belum pernah juara kontes, peternak harus mengeluarkan biaya Rp. 25 ribu, sedangkan untuk mengawinkan dengan kambing jawara, peternak bisa mengeluarkan biaya hingga Rp. 250 ribu.

Kambing PE Ras Kaligesing diminati pembeli dari berbagai daerah seperti Lampung, Medan, Kalimantan, Papua, Yogyakarta, Kulonprogo, Wonosobo, Temanggung, Purwokerto, Banjarnegara, Pati, Jombang, Tegal, Brebes, Bogor dan berbagai daerah di Jawa Timur. Permintaan terhadap kambing ini pun tidak hanya dari dalam negeri saja, namun juga sudah mencapai luar negeri. “Saya pernah diminta mengirim kambing ke Malaysia, waktu itu sekitar 300 ekor Saya kirim ke sana,” ungkap Giarto, salah satu peternak sekaligus supplier kambing PE.

DSCN5774

Lengkungan kepala khas kambing PE

Peluang Bisnis.

Kambing PE Ras Kaligesing mempunyai beberapa manfaat yaitu sebagai penghasil susu dan daging. Kambing ini bisa menghasilkan susu 1 – 3 liter per hari. Namun di Purworejo sendiri, peternak lebih fokus terhadap budidaya dan pembibitan. Belum banyak peternak di sana memanfaatkan susu kambing, hal ini dikarenakan peternak belum mempunyai ketrampilan dalam memerah susu kambing. “Peternak di sini belum tahu cara memerah susu yang baik. Kalau cara memerahnya salah, bisa-bisa ambing kambing terkena mastitis”, ujar Supiandi, salah satu peternak kambing. Mastitis merupakan infeksi yang menyerang ambing kambing.

Permintaan terhadap susu kambing sangat tinggi namun tidak diimbangi oleh peningkatan jumlah produksinya. Hal ini bisa dijadikan peluang bisnis bagi Anda. Di Jakarta saja permintaan terhadap susu kambing belum dapat dipenuhi seluruhnya, apalagi ditambah permintaan dari di daerah lain. Untuk harga jual, susu kambing lebih tinggi dibanding susu sapi. Daerah Jawa Tengah dan Yogyakarta harga susu berkisar Rp. 20 ribu – Rp. 25 ribu per liter, sedangkan untuk daerah Bogor harga susu telah mencapai Rp.50 ribu per liter.

Petani peternak di Purworejo sudah merasakan dampak dari bisnis kambing ini. Semula mereka memelihara kambing hanya sebagai sampingan saja. Namun sekarang sudah bisa menjadi mata pencaharian hingga digunakan untuk meyekolahkan anak-anaknya. “Alhamdulillah berkat kambing Saya bisa menyekolahkan anak Saya sampai perguruan tinggi”, ungkap Sarman, salah satu peternak asal Pandanrejo.

Upaya Sertifikasi Kambing.

Bagaimana Kambing PE bisa berada di Purworejo? Menurut sejarah, Kambing Ettawa di impor oleh pemerintah Belanda, tujuannya untuk memperbaiki produktivitas kambing lokal Indonesia. Impor dilakukan pada tahun 1931 dalam dua gelombang yaitu pada tanggal 12 April dan 28 Juni. Pada gelombang pertama, jumlah pejantan kambing yang di impor sebanyak 60 ekor, sedangkan gelombang kedua, terjadi penurunan jumlahnya karena banyak mengalami kematian. Kambing-kambing tersebut kemudian ditampung dan dikembangkan di Stasiun Ternak Bogor. Setelah di kembangkan di Stasiun Ternak Bogor, selanjutnya didistribusikan ke berbagai daerah. Terdapat delapan daerah yang menjadi lokasi pendistribusian yaitu Cirebon, Bogor, Madura, Pengarasan, Sumbawa Besar, Padang Mangatas, Cianjur, dan salah satunya adalah Purworejo.

Pengembangan kambing PE di Purworejo mengalami kemajuan yang cukup pesat, sehingga Purworejo ditetapkan sebagai daerah sumber bibit nasional. Sebagai wujud dukungan dari Pemerintahan Kabupaten, maka Kepala Daerah Kabupaten Purworejo mengeluarkan Surat Keputusan No. 188.4/2267/1998 mengenai pelestarian Kambing Peranakan Ettawa Ras Kaligesing. Namun, keseriusan Pemda Purworejo tidak hanya itu saja. Berdasarkan Pertimbangan peraturan Indikasi Geografis sesuai dengan PP No. 51 tahun 2007, maka Kambing PE Ras Kaligesing akan disertifikasi menjadi nama Kambing Kaligesing. Sertifikasi digunakan untuk memberikan jaminan bagi pedagang dan pembeli perihal keaslian ras peranakan ettawa dari kambing tersebut.

Peluang bisnis Kambing PE Ras Kaligesing masih sangat terbuka bagi siapa saja. Namun, bagi peternak sendiri dirasakan kalah dalam persaingan. Kebanyakan peternak termasuk peternak kecil. Dalam perdagan, mereka pun masih sebagai price taker ( penerima harga ), ini dikarenakan masih rendahnya posisi tawar peternak, sehingga keuntungan yang diperoleh belum optimal.

Diterbitkan di Majalah Agro Observer edisi 22

Comments
  1. didi says:

    wah mantap ya harganya kambing etawa,sulit nggak ya meliharanya.

    • Sebuah Catatan Bulanan says:

      beda dengan kambing lain cuma di kandangnya saja pak. kandang PE lantainya agak miring, ini untuk kebersihan kambing dan terbebas dari penyakit. begitu kata peternak di sana. kalo ga mau pelihara tapi pingin mengembang biakan, bisa kerjasama dengan peternak sana dengan sistem “gaduh”, yang pelihara peternak, nanti kalau beranak, tinggal dibagi sesuai perjanjian. biasanya kalo cuma nitip tanpa uang pemeliharaan, kalau beranak tiga, dua buat peternak, satu buat bapak. tapi kalau kita ngasih uang pemeliharaan, pembagiannya bisa kebalikan, kalau beranak tiga, dua buat bapak, satu buat peternak. begitu pak.

  2. AMY says:

    saya sangat tertarik dengan kambing jenis PE. dimana saya bisa dapatkan bibit/anakan kambing tersebut dan berapa harganya. idealnya kalo saya ingin beternak, tahap awal, berapa saya bisa pelihara, dengan biaya pakan kira-kira berapa percekornya? terima kasih

    • Sebuah Catatan Bulanan says:

      mungkin untuk memperoleh harga yang beragam bapak bisa datang ke Pasar Hewan Pandanrejo yang lokasinya di kecamatan kaligesing, kabupaten Purworejo. atau bisa kontak bpk Sarman (085228825572). Untuk masalah pakan dan idealnya, mungkin pak AMY bisa konsultasi dengan pak sarman.salam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s