Pasar Hewan Pandanrejo, Aktivitasnya Tercium Hingga Luar Negeri

Posted: February 16, 2009 in Market Itu Pasar
suasana Pasar Pandanrejo, Kabupaten Purworejo

suasana Pasar Pandanrejo di Hari Pasaran

Hari Sabtu baru berumur dua jam dan matahari pun masih tertidur lelap. Jam terus berdetak yang menandakan pagi itu masih pukul 2, ketika sebagian orang masih terlelap, dibuai dengan bunga tidurnya. Namun tidak bagi warga Desa Pandanrejo, pagi itu sudah menjadi awal aktivitas mereka. Hari Sabtu merupakan hari pasaran Pasar Hewan Pandanrejo.


Pasar yang berada di 828 meter diatas permukaan laut ini terletak di Kecamatan Kaligesing, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. Salah satu hewan primadona di pasar ini adalah Kambing Peranakan Ettawa (PE) Ras Kaligesing. Di pasar ini juga terdapat Kambing Kacang, Kambing Ras Jawa, dan Domba. Pada tahun 2006, jumlah populasi kambing ternak di Desa Pandanrejo sebanyak 2.264 ekor.

Akses menuju kesana sangat mudah karena jalan sudah beraspal. Dengan kendaraan seperti mobil, truk, dan sepeda motor, Anda sudah bisa sampai ke pasar. Waktu tempuh yang diperlukan untuk sampai ke pasar dengan menggunakan kendaraan tersebut sekitar 45 menit dari pusat kota. Anda harus berhati-hati dalam mengemudi karena jalan sangat terjal dan berkelok-kelok

Warga memulai aktivitas di pagi buta karena banyak pedagang Kambing PE sudah berdatangan ke pasar. Umumnya pedagang yang datang di pagi itu berasal dari luar Purworejo seperti pedagang kambing asal Jawa Timur.

Pasar Nasional.

Pasar Hewan Pandanrejo merupakan pasar nasional Kambing PE. Pedagang yang datang ke Pasar Hewan Pandanrejo dari berbagai daerah seperti Yogyakarta, Kulonprogo, Wonosobo, Temanggung, Purwokerto, Pati, Jombang, Tegal, Brebes, dan dari berbagai daerah di Jawa Timur.

Berdasarkan data di pasar, orang yang masuk di hari pasaran bisa mencapai 500 orang yang terdiri dari 300 orang pedagang dan 200 orang pembeli. Jumlah pedagang dan pembeli setiap hari pasaran tidak selalu tetap, hal ini tergantung dengan kebutuhan tiap pedagang. Sedangkan untuk kambing yang masuk ke pasar sekitar 500 – 600 ekor. Jumlah pedagang dan pembeli akan meningkat jika hari raya tiba, terutama Hari Raya Qurban, jumlahnya bisa mencapai lebih dari 700 orang.

Pedagang kambing PE dari luar Purworejo lebih memilih Pasar Pandanrejo untuk menjual kambing tentunya beralasan. Menurut Sugiono (60), salah satu pedagang asal Wonosobo mengatakan lebih memilih menjual kambingnya di Pasar Pandanrejo karena apabila dijual ke selain Pasar Pandanrejo harga kambingnya bisa jatuh dibawah harga Pasar Pandanrejo. Pembeli pun juga punya alasan untuk membeli kambing di pasar tersebut. Mereka dapat membeli kambing dengan alternatif pilihan yang lebih banyak. ”Saya sering mencari Kambing PE di sini, karena jumlahnya banyak dan Saya bisa memilih sesuai keinginan”, jelas Bondan, salah satu pembeli asal Yogyakarta.

Di pasar, pedagang bebas masuk-keluar pasar. Tidak ada hambatan sama sekali, baik itu pedagang lama maupun pedagang baru. Pedagang yang akan masuk hanya dikenakan bea masuk seribu rupiah per kambing. Di sana juga tidak ada pungutan liar, baik pungutan dari dinas maupun dari preman pasar. Ini disebabkan adanya aparat kepolisian yang menjaga selama pasaran berlangsung.

Jika Anda termasuk pedagang baru dan tidak mengetahui harga pasar kambing PE yang sedang terjadi, Anda bisa memakai jasa calo. Calo-calo yang ada di pasar umumnya sudah berpengalaman dan mengetahui tentang harga yang sedang terjadi. Untuk memakai jasa calo, Anda bisa memberi upah Rp. 25 hingga Rp. 50 ribu rupiah per kambing.

Dilirik Luar Negeri.

Pasar Hewan Pandanrejo tidak hanya diminati oleh pedagang lokal saja. Ada juga pedagang dari luar negeri datang untuk bertransaksi di pasar ini. Mereka yang datang kebanyakan dari Malaysia. Adanya kesamaan iklim antara Indonesia dengan Malaysia, pedagang Malaysia tertarik untuk membudidayakan kambing ini. Umumnya mereka membeli kambing dengan tinggi gumba 65 cm dan berumur di bawah satu tahun. Harga jual kambing dengan kriteria tersebut sekitar Rp. 1.500.000,00.

DSCN5784

Penjual dan pembeli sedang melakukan transaksi

Supplier merupakan pedagang yang menangani pengiriman hingga keluar negeri. Permintaan biasanya dalam partai besar yang bisa mencapai lebih dari 100 ekor. ”Saya pernah mengirim 300 kambing ke Malaysia,” ungkap Sudarno (32), salah satu supplier asal Purworejo. Untuk pembayarannya, supplier akan meminta down payment (DP) sebesar 30% dari total pembelian kemudian sisanya akan dibayar kemudian setelah kambing telah sampai di tempat tujuan.

Selain Malaysia, Belanda dan India pun pernah melakukan kunjungan ke pasar. Menurut orang India yang datang ke pasar, mereka kagum akan keberadaan Kambing PE di Purworejo karena populasinya yang sangat banyak, sedangkan di India sendiri, diklaim bahwa Kambing Ettawa yang merupakan indukan dari Kambing PE semakin menurun populasinya bahkan bisa dikatakan hampir punah.

Pemilihan Bibit Di Pasar.

Berbisnis di Kambing PE harus memiliki kejelian dalam pemilihan bibit. Pemilihan bibit yang berkualitas bisa dilakukan dengan dua cara yaitu pertama, dengan seleksi berdasarkan uji tilik ternak atas performa dan kelengkapan data atau informasi tentang silsilah ternak tersebut. Hal ini dapat Anda lakukan jika kambing telah bersertifikat dan telah diketahui kelas atau grade kambing tersebut. Cara lain dilakukan dengan seleksi berdasarkan pengamatan kasat mata (penaksiran). Cara kedua inilah yang sering dipraktikkan oleh pembeli di pasar.

Penaksiran biasa digunakan untuk mengetahui umur kambing. Kambing PE yang banyak dicari di pasar umumnya berumur dibawah satu tahun. Penaksiran dapat diamati lewat gigi kambing yaitu dengan memperkirakan pergantian dari gigi seri susu ke gigi seri tetap. Gigi seri susu kambing berumur dibawah satu tahun umumnya sudah lengkap, belum ada yang menjadi gigi seri tetap, masih tampak kecil, dan kusam. Sedangkan untuk gigi seri tetap yang mulai aus dan tanggal menandakan umur kambing sudah lebih dari lima tahun.

Penaksiran juga digunakan untuk mengetahui dara (belum pernah beranak dan menyusui) atau tidaknya kambing. Caranya yaitu dengan meremas ambing kambing hingga keluar cairan. Apabila terdapat gumpalan susu pada cairan bening dan tidak lengket, maka kambing tersebut bisa dikatakan masih dara. Selain itu bisa diamati lewat ukuran ambing. Ukuran ambing kambing dara umumnya masih kecil dan simetris (sama). Kambing yang masih dara lebih dicari oleh pembeli dan harganya lebih tinggi dibandingkan dengan kambing yang tidak dara lagi. Harga jual kambing berdasarkan kedua penaksiran diatas juga melihat bagaimana fisik kambing. Kambing dengan postur tegap dan mempunyai kaki yang kokoh akan memberikan harga jual yang lebih tinggi.

DSCN5780

Pembeli sedang menaksir harga kambing

Hati-hati jika Anda ingin membeli Kambing PE di pasar. Kecurangan yang dilakukan pedagang bisa saja terjadi. Namun, di Pasar Pandanrejo kecurangan jarang terjadi. Pedagang di sana sangat mengedepankan kepercayaan terhadap pembeli. ”Kalau dagang di sini harus jujur, kalo enggak bisa cepet bikin bangkrut”, kata salah satu pedagang. Segelintir kecurangan pernah di temui di pasar salah satunya yaitu pengecatan warna hitam pada bulu kambing. Biasanya dilakukan di kepala hingga leher kambing. Ini dilakukan agar bulu kambing terkesan berwarna hitam dari kepala hingga leher. Kambing yang berwarna hitam dari kepala hingga leher akan mempunyai nilai jual yang lebih tinggi.

Peluang pasar dan pemasaran merupakan dua hal penting dalam dunia usaha. Usaha yang sehat yaitu usaha yang mampu membidik secara tepat, benar, dan cerdas tentang semua aspek produksi dan pemasaran serta diperlukan pula data yang berkaitan dengan peluang pasar.

Comments
  1. rela renata says:

    gan..minta ijin buat tak repost di group fb Kambing Ettawa Ras Kaligesing…

  2. Sebuah Catatan Bulanan says:

    monggo gan!!

  3. Surya says:

    Pak,

    Minta ijin photonya say pake utk design kalender boleh tdk?

  4. Sebuah Catatan Bulanan says:

    monggo, pak surya, saya cuma minta sumber foto : http://www.misteergalih.wordpress.com bisa dicantumkan. mau minta ukuran aslinya?

  5. didi says:

    dari kota purworejo berapa kilometer ke arah pasar kaligesing

    • Sebuah Catatan Bulanan says:

      lumayan pak didi,kemarin naik motor dari kota kurang lebih 45 menit samapi 1 jam pak. setiap sabtu hari pasarannya. monggo silahkan liat lokasinya, rame sekali.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s