TELA KREZZ, Usaha Singkong Raup Omzet Milyaran

Posted: February 16, 2009 in Nikmatnya berbisnis
Bandung Selatan

salah seorang franchiser di kota bandung

Singkong sering dianggap sebelah mata oleh banyak orang. Orang beranggapan usaha singkong tak akan layak dan mendatangkan keuntungan yang kecil. Namun tidak bagi Firmansyah Budi Prasetyo. Dengan krativitasnya, singkong yang selama ini dianggap sepele bisa mendatangkan usaha dengan omzet milyaran rupiah.


Pemuda yang sering di panggil Firman ini telah berhasil mengembangkan usaha singkong yaitu berupa panganan. “Semula dari keyakinan Saya bahwa singkong bisa mendatangkan usaha yang besar,” ujar Firman. Pemuda 26 tahun asal Yogyakarta ini melihat potensi singkong untuk dikembangkan sangat besar. Singkong yang mudah diperoleh karena ditanam hampir di wilayah Indonesia menjadi alasan kuat untuk menjalankan usahanya. Usaha panganan yang diberi nama Tela Krezz ini mulai dikembangkan pada tahun 2006. Firman mengawali usaha dengan menggunakan gerobak, bekas usaha gorengan ibunya. Gerobak tersebut dilengkapi peralatan masak dan dibuat layaknya dapur rumah. Pada waktu itu pun dia hanya merekrut seorang karyawan. “Awal usaha Saya pakai gerobak milik ibu, dan karyawan Saya hanya satu, seorang pembantu yang sering membantu ibu di rumah,” kenangnya.

Firman memulai usaha dengan modal sebesar Rp 3 juta. Dengan tekun dan cermat dia menjalankan usahanya. Hampir semua panganan yang dibuat berbahan dasar dari singkong. Panganan singkong digoreng dan dibuat berbalok-balok sebesar jari kelingking. Kemudian panganan tersebut diberi racikan bumbu khusus sehingga singkong yang umumnya keras bisa menjadi sangat empuk dan renyah seperti kentang. Karena empuk dan renyah itulah kata ”Krezz” di masukkan dalam merek usahanya. Agar membuat lidah pembeli bergoyang, pemuda lulusan Universitas Gadjah Mada ini juga memberi cita rasa pada panganan tersebut. Awalnya hanya beberapa macam rasa yang dibuat, namun sampai saat ini sudah terdapat 14 jenis rasa yang bisa dirasakan antara lain yaitu BBQ, ayam, keju, pizza, pedas, garlic, balado, jagung, black pepper steak, dan beberapa rasa lainnya. Jika Anda ingin menikmati Tela Krezz, Anda cukup membayar Rp 3.000 per porsi.

Berkat sebuah ketekunan, usaha Firman yang semula beromzet Rp 3 juta per bulan terus berkembang dan akhirnya hingga kini bisa meraup omzet sekitar Rp 2 milyar per tahun. Karyawan yang bekerja saat ini pun telah mencapai 12 orang. Dengan semakin melesat perkembangan usahanya, Firman tak hanya tinggal diam, jiwa wirausaha Firman tergoda untuk mencoba peruntungan di usaha lain. Di bawah bendera Homygroup, Firman telah merambah ke usaha binatu, restoran steak, dan chicken chick’s.

Tela KreZZ

Tela Krezz

Konsep Franchise. Berkembangnya Tela Krezz hingga beromzet milyaran rupiah, tak lepas dari ide Firman untuk mengadopsi konsep usaha waralaba (franchise). Hingga kini usaha anak sulung dari tiga bersaudara ini telah mempunyai 80 cabang atau lebih dari 300 outlet yang tersebar di berbagai daerah seperti Bali, Lombok, Balikpapan, Bandung, Banjarmasin, Bandar Lampung, Banggai, Batam, Bekasi, Berau, Bojonegoro, Bontang, Blitar, Cilacap, Demak, Gianyar, Gorontalo, Jakarta, Jember, dan lain-lain.

Tak sulit untuk bergabung dan bekerjasama dengan usaha ini. Jika Anda ingin membuka outlet Tela Krezz, Anda cukup menyediakan dana Rp 3,5 juta hingga Rp 6 juta. Ada dua jenis kemitraan yang disajikan dan bisa Anda pilih, yang pertama disebut Mitra Standar, artinya Anda harus berinvestasi sebesar Rp 3,5 juta sampai Rp 4,5 juta, dengan masa kontrak 5 tahun beserta Franchise Fee untuk 3 tahun. Kemudian ada yang disebut Mitra Eksklusif yaitu Anda harus berinvestasi sebesar Rp 5 juta sampai Rp 6 juta, dengan masa kontrak 5 tahun beserta Franchise Fee untuk 5 tahun dengan garansi uang kembali plus bonus active income ( pendapatan dengan merekrut mitra secara aktif ) dan passive income ( pendapatan karena mencapai tahap tertentu ). Selain dalam bentuk outlet, Anda juga bisa menjalin mitra dalam bentuk agen. Untuk menjadi agen, Anda harus menyediakan dana sebanyak Rp 12 juta hingga Rp 15 juta, sesuai dengan lokasi dan memenuhi syarat-syarat yang telah ditentukan.

Untuk bahan baku singkong ternyata tidak dikirim dari pusat, namun singkong diperoleh dari wilayah masing-masing outlet. Hal ini sebagai pertimbangan agar menghemat biaya transportasi sehingga harga Tela Krezz bisa dijangkau oleh pembeli. Dalam memilih singkong, setiap outlet akan diberi pelatihan tentang cara memilih singkong yang baik. Ini dilakukan oleh tim yang didatangkan dari pusat. Setiap wilayah umumnya membutuhkan 300-500 kg singkong per hari. Singkong dengan kebutuhan tersebut bisa menghasilkan hingga 2.000 porsi Tela Krezz. Untuk bumbu rasa dan bumbu pembuat empuk dan renyah singkong masih di datangkan dari pusat yang berada di Wirobrajan, Yogyakarta.

Prestasi Besar. Keberhasilan mengembangkan usaha panganan singkong tentu sebuah prestasi tersendiri bagi Firman. Selain bermanfaat bagi diri sendiri, tentu juga bermanfaat bagi orang lain yaitu telah mampu menciptakan lapangan pekerjaan. Berkat usahanya dalam memberi nilai jual terhadap singkong, tahun 2007 Firman menyabet penghargaan UKM Award dari Kementerian Negara Urusan Koperasi dan UKM. Kini, Firman pun telah mampu mendirikan beberapa UKM binaan di daerah asalnya. Dia berharap UKM binaannya bisa berkembang dan tentunya bisa menciptakan lapangan kerja bagi orang lain. ”Penghargaan dari pemerintah patut Saya syukuri, namun menciptakan lapangan pekerjaan untuk orang lain dan membuat usaha yang selama ini dianggap sepele kemudian bisa besar itu sudah menjadi prestasi buat Saya,” katanya.

Obsesinya tidak hanya berhenti begitu saja. Untuk terus mengembangkan usahanya, berbagai inovasi produk dan manajemen telah dilakukan. Dalam inovasi produk, dia telah membuat beberapa produk baru seperti Tela Lapizz, Tela Bola, Tela Bolo-Bolo, dan Tela Jana. Sistem manajemen pun diperbaiki agar kinerjanya semakin hari semakin baik. Sekarang ini Firman juga sedang berusaha branding nasional melalui iklan dan pameran. Ini dilakukan untuk memperkenalkan Tela Krezz hingga ke seluruh penjuru tanah air. Selain itu, dia juga telah melakukan kerjasama dengan beberapa minimarket seperti Alfamart dan Indomart, jadi apabila Anda ingin menikmati panganan ini, bisa membeli produknya dalam bentuk kemasan di sana.

Usaha yang kebanyakan orang anggap kecil ternyata bisa diubah menjadi besar dengan tangan-tangan kreatif. Semua tergantung keberanian seseorang dalam mengambil keputusan untuk menjalankan usaha tersebut atau tidak. ”Jika kita hanya sekedar mengetahui sesuatu tanpa kita menjalankan, itu berarti kita sama sekali ngga ngerti. Artinya banyak teman-teman yang tahu ada usaha yang menarik tetapi takut untuk menjalaninya, berarti teman-teman bisa dikatakan tidak mengerti sama sekali usaha itu. Tak perlu takut untuk menjalani usaha, asal kita yakin dan selalu memperbaiki satu demi satu kekurangan yang ada, Insya Allah bisa sukses kok,” tambah Firman.

Diterbitkan di Majalah Agro Observer edisi 22

Comments
  1. saya sempet makan malam dengan mas firman di jakarta. orang yang sangat bersahaja. dia juga member JCI.

    ini pengalaman saya ketika berkenalan dengan mas firman, di sini:
    http://kalipaksi.wordpress.com/2008/08/28/lebih-dekat-dengan-firman-telakrezz/

  2. h.achmad jadid algadrie says:

    mohon info untuk menjadi cab di daerah trims

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s