PT. Mitra Rajawali Banjaran, Produsen Terbesar Kondom Di Asia Tenggara

Posted: November 11, 2009 in Nikmatnya berbisnis

PT. Mitra Rajawali Banjaran

Berdiri sejak tahun 1985, menjadikan PT. Mitra Rajawali Banjaran sebagai perusahaan tertua kondom di Indonesia. Produk dari perusahaan yang merger dengan PT. Skifa Rajawali Indonesia ini pun telah menjamah pasar mancanegara.



Awalnya, pada tahun 1982, PT. Mitra Rajawali Banjaran dibentuk atas kesepakatan antara Departemen Kesehatan, BKKBN, dan PT. Kimia Farma. Selanjutnya proyek ini dikelola oleh tim gabungan antara BKKBN dan PT. Kimia Farma. Dalam perkembangannya, pada tahun 1985 dibangun pabrik kondom dan diresmikan oleh Mantan Presiden Soeharto pada tahun 1987. Pengelolaan kemudian diserahkan kepada PT. Rajawali Nusantara Indonesia pada tahun 1992. Dan akhirnya setelah terjadi merger antara anak cabangnya, PT. Mitra Banjaran, dengan PT. Skifa Rajawali Indonesia, terbentuklah PT. Mitra Rajawali Banjaran yang berdiri hingga kini.

PT. Mitra Rajawali Banjaran sendiri berada di Jalan Raya Banjaran, Bandung. Dari tahun 1985 hingga 1999 PT. Mitra Rajawali Banjaran hanya menghasilkan kondom saja. “Setelah merger, PT. mitra Rajawali Banjaran kini juga menghasilkan alat suntik sekali pakai,” kata Erna Saptawati, salah satu staf bagian produksi. Dalam setahun, pabrik yang mempunyai tiga mesin dan dibangun di atas lahan seluas 31.000 m2 ini mampu menghasilkan kondom sebanyak 900.000 gross. Karena bisa menghasilkan sebanyak 900.000 gross/tahun inilah PT. Mitra Rajawali Banjaran mengklaim sebagai produsen kondom terbesar di Asia Tenggara.

Untuk menghasilkan kondom sebanyak 900.000 gross/tahun, PT. Mitra Rajawali Banjaran membutuhkan karet alam sebanyak 297 ton/tahun. Hampir seluruhnya karet alam tersebut dipasok dari PTPN VIII Subang. “Selain PTPN VIII kami juga pernah memasok dari PTPN IX Pekalongan. Namun karena melihat efisiensi jarak dan waktu, jadi hampir 100% karet kami pasok dari PTPN IX Subang,” ungkap Erna di kantornya. Erna juga menambahkan karet lateks yang dihasilkan oleh PTPN VIII Subang sudah sesuai dengan kriteria yang diminta. Untuk karet yang masuk harus memenuhi beberapa syarat yang telah ditetapkan, salah satu syarat yang harus dipenuhi yaitu karet harus berasal dari perkebunan yang memakai klon GT.

Dalam proses produksi kondomnya, PT. Mitra Rajawali Banjaran sangat memperhatikan standar mutu dan kualitas. Untuk proses produksi, PT. Mitra Rajawali Banjaran mengacu kepada standar mutu The International Standard JIS T-91111985, ISO 4074-2002, ASTMD 3492-84, WHO Spesification Male Latex Condom 2003, dan ISO 13485-2003. “Dengan menggunakan standar mutu tersebut, kami jamin kondom kami sangat higienis untuk dipakai,” jelas Erna. Erna juga menambahkan, sebelum dilempar ke pasar, kondom-kondom PT. Mitra Rajawali Banjaran juga akan diuji ulang oleh staf quality control terlebih dahulu. Pengujian ulang meliputi tes kebocoran air, tes uji rentang, tes elastisitas, tes ketebalan, dan tes kekuatan.

Artika, Brand Kondom MRB

Kondom Artika.

PT. Mitra Rajawali Banjaran memiliki brand sendiri untuk produk kondomnya, Kondom Artika namanya. Kondom Artika diklasifikasikan menjadi lima, yaitu Artika Gerigi, Artika Tiger, Artika Long Love, Artika Meong, dan Artika Gold. Kelima produk Artika mempunyai ciri khas masing-masing. Untuk Artika Gerigi merupakan kondom dengan dot texture dan Artika Tiger mempunyai tekstur ulir. Untuk Artika Gold merupakan kondom dengan berbagai pilihan aroma seperti aroma vanilla, cokelat, blueberry, dan strawberry. Artika Long Love mempunyai tambahan zat aditif semacam gel untuk membuat hubungan seksual lebih nikmat dan bisa tahan lama. “Zat aditif yang kami tambahkan tidak berbahaya kok,” ujar Erna. Sedangkan Artika Meong merupakan kondom yang sangat tipis, sesuai dengan jargonnya “ kondom super tipis serasa tanpa kondom”. “Karena kondom kami sangat tipis, maka kami menggunakan lateks yang tidak sembarangan,” ungkap Erna.

Selain memproduksi sendiri, PT. Mitra Rajawali Banjaran juga menyuplai ke berbagai produk kondom dengan merek lainnya, seperti Sutra, Andalan, Vitalis Condom, dan Prosafe Condom. Selain untuk merek lain, PT. Mitra Rajawali Banjaran juga telah bekerjasama dengan BKKBN untuk program KB, dan mencegah PMS, HIV dan AIDS. Tahun 1990 merupakan tahun pemesanan terbesar dari BKKBN. Pada Tahun tersebut PT. Mitra Rajawali Banjaran memasok hingga 350.000gross/tahun. “Untuk tahun 2008 kami memasok ke BKKBN sebanyak 21.000 gross/tahun. Namun untuk tahun 2009 ini, kami akan memasok sebanyak 135.000 gross/ tahun untuk program BKKBN tersebut, “ ujar  Iwan Setiawan, salah satu staf bagian marketing.

Pasar Ekspor.

Dalam pemasaran produknya, selain pasar lokal, PT. Mitra Rajawali Banjaran juga telah menjamah pasar mancanegara. Untuk pasar lokal, saat ini PT. Mitra Rajawali Banjaran sudah hingga skala nasional. Menurut Iwan, permintaan pasar lokal akan kondom sudah mulai meningkat, namun jumlahnya belum terlalu signifikan. “Kami telah memasarkan ke seluruh Indonesia, namun untuk saat ini kami fokus ke daerah Jawa Barat terlebih dahulu,” tambah Iwan. Untuk memperoleh kondom-kondom tersebut, anda bisa memperolehnya di apotek terdekat. Harga di tingkat apotek pun sangat terjangkau, dengan Rp.2.500 saja, Anda sudah dapat memperoleh 1 bungkus Kondom Artika yang berisi 3 buah kondom.

Pabrik MRB

Untuk pasar mancanegara, anak perusahaan dari PT. Rajawali Nusantara Indonesia ini telah memasok ke beberapa negara seperti Singapura, Iran, Korea Utara, Dubai, Srilanka, Malaysia, dan beberapa negara di Afrika seperti Nigeria. Untuk 2009 ini, PT. Mitra Rajawali Banjaran akan mengirim ke Korea Utara sebanyak 235.000 gross/ 3 bulan, Singapura dan Malaysia sebanyak 10.000 gross/ tahun, dan Afrika sebanyak 20.000 gross/tahun.

Segmen pasar kondom PT. Mitra Rajawali Banjaran sendiri untuk kalangan konsumen yang sudah berkeluarga. Dalam memperkenalkan produknya, PT. Mitra Rajawali Banjaran lebih memfokuskan melalui iklan lewat media cetak. “ Kami pernah melakukan iklan di media elektronik, namun karena membutuhkan dana yang besar maka kami hentikan,” ujar Iwan. Untuk inovasi, kedepannya PT. Mitra Rajawali Banjaran akan memproduksi kondom untuk wanita. “Kalau permintaan akan kondom wanita sangat tinggi, maka tidak menutup kemungkinan kami akan memproduksinya,” Ungkap  Iwan.

Pada tahun 2025, penduduk Indonesia diperkirakan akan mencapai 273,6 juta jiwa. Oleh karena itu penggunaan alat kontrasepsi dalam hal ini kondom sangat dianjurkan untuk mengurangi pertumbuhan penduduk tersebut. Selain itu, gaya hidup yang kini mulai berubah, penggunaan kondom yang benar akan mengurangi berbagai penyakit yang ditimbulkan seperti HIV dan AIDS. PT. Mitra Rajawali Banjaran berharap masyarakat Indonesia dapat merubah paradigma dalam penggunaan kondom. “Masyarakat yang menganggap menggunakan kondom merupakan hal yang tabu, merupakan masyarakat yang mempunyai pandangan yang salah. Jika penggunaannya benar, maka kondom bisa bermanfaat bagi Anda. Jika menginginkan kehamilan Anda hanya tinggal tidak memakainya. Menurut kami, pria yang menggunakan kondom merupakan cermin pria yang bertanggung jawab,” tutup Erna di akhir perbincangan.

Diterbitkan di Majalah Hevea, Pusat Penelitian Karet Indonesia edisi I

Comments
  1. Lie SanKing says:

    Medan.22.November,2011
    Kepada Yth.
    Pimpinan Pt.Mitra Rajawali Banjaran.
    u/p, Bagian jarum suntik merek Progress..

    Kami ,PT Tata Surya Perkasa .Medan.ingin mendapatkan Informasi produk jarum suntik Progress ,apakah ada Medical Rep nya untuk menghubungi kami di email ini..
    atau boleh juga hotline ke kami di +628136075 8882, +6281164 8882..
    atau juga berikan kemi website Progress nya..

    Terima Kasih..

    SaLam..
    SanKing Lie..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s