Membedakan Kambing Peranakan Ettawa Berdasarkan Grade dan Visual

Posted: March 10, 2010 in Ada Barang Bagus

Tahukah anda bagaimana membedakan kambing peranakan ettawa (PE) berdasarkan klas atau grade? Bagi orang awam pastilah akan sulit membedakannya, namun tidak bagi orang yang telah berkecimpung di dunia kambing PE, mereka akan mudah menerka klas dan harga dari kambing PE yang diliihat. Bagi orang awam, untuk permulaan anda akan saya beri dua gambar kambing PE di bawah ini :

Bisakah anda menerka berada di klas mana dan mana yang lebih mahal dari dua kambing diatas? Apabila anda menerka gambar sebelah kanan yang lebih mahal, maka jawaban anda salah. Kambing sebelah kiri ternyata yang lebih mahal dibanding kambing sebelah kanan. Mengapa demikian?

Kambing sebelah kanan meskipun umur lebih tua dan lebih tinggi dari kambing sebelah kiri, namun hanya mempunyai harga berkisar 2,5 juta rupiah dan termasuk ke dalam klas D. Namun berapakah harga kambing di sebelah kiri? Jawabannya ada di bawah ini :

Ya, 15 juta rupiah harga dari kambing tersebut dan masuk klas A. Lho, padahal lebih muda dan pendek? Mengapa demikian? Bak ikan koi, ayam alas, burung perkutut, ikan arwana, dan binatang “mahal” lainnya, kambing PE pun dilihat dari segi artistik atau seni. Dalam memilih kambing PE sense of art anda akan di uji. Anda bisa menemukan pula kambing PE dengan harga ratusan juta rupiah, jika kambing tersebut pernah menjadi juara dalam kontes. Percaya atau tidak, silahkan anda kunjungi sendiri Pasar Hewan Pandanrejo.

Berikut ini sekilas untuk memilih kambing PE berdasarkan klas atau grade dan visual

Tabel 11. Ciri-Ciri Kambing Peranakan Ettawa Berdasarkan Grade A, B, C, dan D

No. Grade Ciri-ciri
1. A Kepala/muka melengkung/cembung tidak berjambul, bibir bawah lebih kedepan dibanding telinga menempel muka dengan lipatan kedepan sekitar 30 cm, bergelambir, tanduk ke belakang melingkari telinga, warna bulu hitam penuh dari kepala sampai leher, panjang gumba sekitar 70 cm, gambol/rewok panjang dan tebal, lingkar dada lebar dan melengkung, ambing untuk betina dan testis untuk jantan mempunyai panjang yang sama (simetris), ekor besar seperti mawar dan lurus menyerupai tupai, tubuh besar dan sehat serta mempunyai kaki yang besar.
2. B Kepala/muka segitiga, telinga kurang melipat dan kaku terdapat warna bulu merah atau cokelat pada kepala.
3. C Kepala/muka lurus atau terlalu monyong, warna bulu hitam pada kepala sangat sedikit, telinga melebar, pendek, dan pangkal telinga terlalu keras, dan kaki kecil.
4. D Untuk grade D biasanya usia kambing sudah melebihi satu tahun. Kambing grade D merupakan kambing afkir atau masyarakat sekitar menyebutnya poel. Kambing ini merupakan kambing yang siap dipotong. Umumnya kambing jantan, ciri-cirinya gigi sudah besar seperti gigi manusia. Usianya sekitar 12 – 16 bulan.

Sumber : Hasil Wawancara Langsung Dengan Petani Peternak

Setiap grade mempunyai harga jual yang berbeda-beda. Untuk grade A umumnya mempunyai harga 5 juta rupiah. Namun harga jual kambing grade A akan berada di atas harga normal jika kambing tersebut mempunyai keistimewaan tertentu dan juga pernah memenangkan kontes atau lomba, maka harga jual bisa mencapai puluhan juta bahkan ratusan juta rupiah. Untuk grade B mempunyai harga 3 – 5 juta rupiah. Untuk grade C mempunyai harga jual sekitar 2 juta rupiah. Sedangkan untuk grade D mempuyai harga 1 – 2 juta rupiah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s