Pasar Lelang Bokar KUD Berkat, Capai Rp2,8 Miliar Tiap Lelang

Posted: March 18, 2010 in Market Itu Pasar

Riuh rendah petani karet Desa Lubuk Raman, Kecamatan Rembang Dangku, Kabupaten Muara Enim sudah mulai menghiasi aula KUD Berkat siang itu. Obrolan mengenai harga bahan olah karet rakyat (bokar) untuk hari itu sudah mengemuka ke permukaan. Mereka saling memprediksi apakah harga bokar hari itu naik atau turun. Suasana pun semakin ramai ketika pembeli mulai berdatangan. “Wah kayaknya harga lagi bagus, yang dateng mobil semua,” celetuk salah seorang petani. Celetukan orang itu pun disambut tawa seorang pembeli sambil memasuki aula.


Begitulah sekilas gambaran situasi dimana siang itu akan terjadi proses lelang bokar di Kabupaten Muara Enim. Aula KUD Berkat menjadi tempat proses lelang tersebut dan sudah lebih dari 20 tahun, tepatnya di 1988, KUD Berkat menjadi penyelenggara lelang ini. Pasar lelang diselenggarakan dua kali dalam satu bulan yaitu setiap tanggal 2 dan 16. Hevea pun berkesempatan melihat langsung proses lelang pada tanggal 16 Juli lalu. Lelang diikuti oleh 40 Tempat Pengumpulan Koperasi (TPK) yang mencakup 40 desa dan tersebar di enam kecamatan.

TPK sendiri merupakan tempat pengumpulan bokar dari beberapa kelompok tani. “Tanggal dua lebih ramai daripada tanggal 16, karena pesertanya lebih banyak di tanggal dua,” ungkap Martono, ketua panitia pelaksanaan lelang. Untuk tanggal dua, peserta lelang bisa mencapai 28 TPK, sedangkan tanggal 16 sebanyak 12 TPK. Jumlah bokar yang masuk bisa mencapai 700 hingga 1000 ton per bulan. Untuk siang itu sebanyak 346 ton bokar yang diikutkan lelang dan terjadi perputaran uang mencapai Rp2,8 Miliar untuk harga bokar Rp8300 per kilogram.

Pasar lelang KUD Berkat merupakan hasil dari Proyek Pengembangan Karet Rakyat (PPKR) yang dicanangkan pemerintah pusat. Tujuan utama diselenggarakannya pasar lelang ini, menurut Martono, untuk meningkatkan harga di tingkat petani. Selain itu, pasar lelang ini bertujuan untuk memutus rantai tataniaga bokar. “Sebelum adanya pasar lelang, rantai perdagangan bisa dikatakan sangat panjang. Bokar dari petani ke pengumpul desa, kemudian ke pengumpul kecamatan, dan akhirnya ke pengumpul kabupaten sebelum masuk pabrik,” kata Martono. “Adanya pasar lelang ini bisa memutus tali rantai, dari petani langsung ke pabrik,” Martono menambahkan.

Pembeli bokar yang datang ke lokasi pelelangan merupakan perwakilan dari pabrik. Perwakilan yang datang umumnya beerjumlah satu hingga tiga orang. Namun tak semua pabrik bisa masuk pasar lelang ini, hanya pabrik yang berbadan hukum dan tercatat sebagai Gabungan Pengusaha Karet Indonesia (Gapkindo) saja yang bisa mengikutinya. Umumnya pembeli datang dari Palembang, namun ada juga pembeli dari Jambi. “Kami harap daerah selain Palembang dan Jambi mau masuk sini, biar ada persaingan harga,” harap Sumarhan yang menjabat sebagai Ketua KUD Berkat.

Lelang Tertutup.

Berbeda dengan proses lelang yang biasanya terbuka, proses lelang di KUD Berkat menggunakan sistem tertutup. “Kalau sistem terbuka, harga bisa dibuka dengan harga yang rendah, tentu itu bisa merugikan petani. Jadi kami menggunakan sistem tertutup agar terjadi persaingan harga yang tentunya menguntungkan petani,” ungkap Sumarhan. Sebelum proses lelang berlangsung, pembeli diperbolehkan melihat terlebih dahulu bokar yang akan dilelang di gudang penyimpanan masing-masing TPK. “Karena sudah berlangsung selama 20 tahun, mereka (pembeli-red) sudah hafal kualitas bokar di masing-masing TPK, sekarang mereka jarang melihat ke gudang dulu,” ungkap Sumarhan di kantornya.

Tak semua bokar bisa masuk ke pasar lelang, bokar pun harus memenuhi beberapa syarat yang telah ditentukan, antara lain bokar harus disimpan di gudang yang telah disediakan dan mempunyai ukuran bak 60 X 40 cm dengan tebal tidak lebih dari 10 cm. Selain itu, bahan pembeku menggunakan Asam Semut, tidak diperbolehkan menggunakan gadung, pupuk atau bahan lain yang merusak mutu bokar, dan di dalam bokar tidak terdapat tatal, tanah, atau tawas.

Siang itu proses pelelangan dimulai pada jam 12. Mekanisme awal dimulai dengan pencatatan jumlah TPK yang hadir dan tonase bokar yang akan dilelang, dalam waktu yang bersamaan pembeli mengisi daftar hadir terlebih dahulu. Proses pelelangan sendiri dibuka oleh Ketua KUD Berkat dan dipimpin oleh ketua panitia pelaksanaan lelang. Kemudian setelah tercatat jumlah TPK dengan tonase bokar yang ditawarkan dan jumlah pembeli yang hadir, proses lelang pun dimulai. Pembeli dipanggil satu per satu untuk diberikan amplop berisi tabel penawaran harga untuk tiap-tiap TPK. Setelah memperoleh amplop, pembeli akan menyebar ke tempat yang aman, jauh dari pengaruh pembeli yang lain.

Setelah 15 menit berlalu, amplop berisi tawaran harga bokar pun dikumpulkan. Dan jika sudah terkumpul semua, proses lelang pun dimulai dengan membacakan penawaran harga bokar tiap pembeli untuk tiap TPK. Harga penawaran dibacakan oleh perwakilan TPK yang ditunjuk panitia. Pembeli yang menawar dengan harga tertinggi di tiap TPK ditetapkan sebagai pemenang lelang. Jika harga penawaran tertinggi pada suatu TPK ada yang sama, maka dua pembeli yang punya penwaran yang sama berhak membeli karet tersebut dan harus dibagi, kecuali jika ada perdamaian dari pihak pemenang lelang. TPK yang memperoleh harga tertinggi merupakan TPK yang mempunyai bokar dengan kualitas yang lebih baik dari TPK yang lain. Siang itu TPK Talang Subur kembali memperoleh harga tertinggi diantara TPK yang lain, ini karena TPK Talang Subur sudah terkenal dengan bokar yang bersih. Setelah diketahui hasilnya, pemenang lelang dan TPK yang mendapat lelang akan menandatangani berita acara dan membicarakan waktu penimbangan.

Jadwal penimbangan sendiri tergantung kesepakatan antara kedua belah pihak, namun yang lebih penting pembayaran tidak boleh dari dua hari setelah penimbangan. Untuk penimbangan harus dilakukan pada siang hari, tidak boleh malam hari karena jika malam hari resiko hilangnya bokar lebih besar. Ada perilaku menarik berkaitan dengan ramai tidaknya pembeli lelang, jika lokasi lelang semakin banyak pembeli yang datang maka terjadi kenaikan harga bokar pada hari itu. Kendaraan yang dibawa pembeli pun juga bisa dijadikan indikasi terjadi kenaikan atau penurunan harga bokar. “Jika banyak mobil yang datang, berarti harga bokar sedang naik, kalau banyak motornya berarti harga bokar lagi turun. Mereka (pembeli-red) bawa mobil, biasanya mereka juga bawa uang banyak,” kata Said salah seorang perwakilan TPK.

Sebagai penyelenggara, KUD Berkat memperoleh fee sebesar Rp100 per Kg dari tonase yang dimenangkan pemenang lelang. Tak hanya KUD Berkat saja yang memperoleh fee, TPK, desa, dan pemerintah daerah pun memperolehnya masing-masing sebesar Rp6,5, Rp2, dan Rp5. Meski lelang sudah berlangsung lebih 20 tahun, akan tetapi informasi harga bokar belum bisa diperoleh oleh KUD Berkat. “Jadi kami tidak punya patokan harga yang sedang terjadi. Harga yang ada di pasar lelang datang dari pembeli. Kami harap pemerintah bisa menciptakan patokan harga tersebut dan menginformasikan ke kami. Tentu ini akan menguntungkan petani,” harap Sumarhan.

Diterbitkan di Majalah Hevea, Pusat Penelitian Karet Indonesia Edisi 2

Comments
  1. Aan says:

    kami punya produk cuka organik. ekonomis, K3 lebih tinggi, dan lebih cepat. kami siap di undang untuk melakukan uji coba….

    08126446288

  2. sandi says:

    bagaimana klo saya ingin mengikuti lelang tersebeut,saya punya brang dari jawa.
    mohon petunjuk nya

    thanx

    • Sebuah Catatan Bulanan says:

      kalau barang tersebut dari jawa bukannya nanti akan menambah biaya dan mengurangi keuntungan yang bapak dapat? dan kemungkinan pembeli juga akan berpikir dua kali (memperhatikan biaya) untuk membeli bokar bapak, karena kebanyakan pembeli merupakan pabrik yang berlokasi di palembang.
      Sebelum melakukan lelang, pembeli akan melihat kondisi bokar yang akan dilelang (kebersihan, perlakuan, dan tempat penyimpanan). setelah itu baru diikutkan di pelelangan di KUD berkat. tidak ada kendala buat mengikutkan lelang, asal barangnya ada

  3. Andis says:

    boleh disharing alamat KUD berkat atau contact personnya?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s