PUSLIT KARET HIJRAH KE BOGOR

Posted: June 1, 2011 in Coba Beropini

Hampir dua dasawarsa Pusat Penelitian (Puslit) Karet Indonesia bermukim di Tanjung Morawa, Sumut, mulai tanggal 1 April 2011, kantor Puslit Karet dipindahkan ke Bogor. Efisiensi menjadi alasan untuk hijrah ke kota hujan.

Ini diungkapkan Chairil Anwar, Direktur Puslit Karet Indonesia. “Berdasarkan hasil rapat umum pemegang saham PT. Riset Perkebunan Negara (RPN) tahun 2011 diputuskan untuk memindahkan Pusat Penelitian Karet dari Tanjung Morawa ke Bogor.” Dasar pemindahan adalah untuk peningkatan efisiensi dan efektifitas kerja Puslit Karet.

Efisiensi biaya diharapkan dapat dicapai dengan mengintegrasikan Balai Penelitian Teknologi Karet (BPTK) Bogor ke dalam Kantor Pusat Penelitian Karet, dan menempatkan posisi Kantor Pusat lebih dekat ke balai penelitiannya.  Posisi di Bogor dinilai strategis karena kegiatan dan klien dari Puslit Karet banyak berkantor pusat di Jakarta dan sekitarnya. Berdasarkan perhitungan, diprediksi tahun ini Puslit Karet bisa melakukan efisiensi biaya sekitar Rp1-1,5 miliar. Apalagi saat ini, kata Chairil, permintaan kerjasama baik studi kelayakan atau pengawalan pembukaan kebun karet baru sedang meningkat, karena prospeknya yang bagus. Jadi Puslit Karet ingin memberikan pelayanan cepat kepada klien.

Kantor Puslit Karet menempati kantor Balai Penelitian Teknologi Karet (BPTK) Bogor di Jalan Salak No. 1. Bogor, dipilih karena letaknya strategis. Kemudian kantor di Tanjung Morawa selanjutnya dikelola oleh Balai Penelitian Sungei Putih, karena di sana masih terdapat laboratorium dan fasilitas lain yang bisa dimanfaatkan. Dengan pemindahan ini maka BPTK Bogor dilebur ke dalam Puslit Karet. Beberapa fungsi BPTK dulu dan para penelitinya kemudian ditempatkan ke dalam Bidang Pasca Panen. “Selain membawahi bidang pasca panen, direktur juga membawahi Bidang Pra Panen, Bidang Umum dan Sumberdaya Manusia, serta tiga balai penelitian yaitu Sembawa, Getas, dan Sungei Putih,” jelas Chairil.

Posisi Kepala Bidang Pra Panen diisi oleh Dr. M. Supriadi, Kepala Bidang Pasca Panen oleh Dr. Dadi Maspanger, sedangkan Bidang Umum dan Sumberdaya Manusia dikepalai Dr. Uhendi Haris. Kepala Balai Getas dan Sungei Putih diisi Dr. Hananto dan Dr. Karyudi, sedangkan Balai Sembawa yang dulu dikepalai oleh Ir. Khaidir Amypalupy, MS diserahkan kepada Ir. Anang Gunawan, MEc. Chairil menyatakan agar klien-klien BPTK Bogor tidak perlu khawatir dengan adanya peleburan ini, karena pelayanan sama seperti sebelumnya, bahkan akan ditingkatkan kualitasnya. “Kami menjamin kemudahan kerjasama, terutama mengenai teknologi. Klien tinggal menemui bidang pasca panen dan semua akan berjalan sama seperti sebelumnya,” kata Chairil.

Dalam kesempatan lain, Kepala Balai Sembawa yang baru, Ir. Anang Gunawan mengatakan bahwa akan terus melanjutkan program yang telah dirintis oleh pendahulunya, meningkatkan kualitas penelitian dan pelayanan khususnya untuk perkebunan rakyat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s